Minggu, 28 Agustus 2016

Apa itu hidroponik?

Hidroponik (hydroponics) berasal bahasa Yunani, terdiri dari 2 (dua) kata yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya atau kerja.

Dengan kalimat sederhananya bahwa hidroponik adalah bercocok tanam dengan menggunakan air. Oleh karenanya hidroponik disebut soilless culture artinya budi daya tanaman tanpa media tanah.

Kelebihan hidroponik diantaranya:

1. Tidak memerlukan tanah. Dengan demikian di wilayah perkotaan sekalipun, yang sudah jarang didapatkan tanah subur untuk bercocok tanam, dengan hidroponik tak lagi jadi kendala untuk menanam

2. Menghemat lahan. Dengan hidroponik tanaman tidak perlu space yg besar untuk tumbuh bahkan bisa dibuat bertingkat

3. Efisiensi air. Karena tanaman hidroponik hampir tidak perlu disiram sama sekali, air hanya digunakan untuk penyerapan oleh akar dan senantiasa tersedia di dalam tandon dan minim air yang terbuang

4. Tidak mengikuti musim tanam. Dengan hidroponik tanaman dapat diatur untuk dapat selalu dipanen.

5. Lebih higienis. Dengan hidroponik tanaman lebih bersih, tidak seperti menanam di media tanah yang mana tanaman dapat terkena cipratan tanah ketika menyiram atau ketika hujan. Apalagi jika menanam hidroponik di dalam green house lebih mengurangi juga adanya debu dan kotoran lainnya

6. Keseimbangan Nutrisi. Dengan hidroponik, kebutuhan nutrisi tanaman dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Setiap tanaman berbeda kadar nutrisi yang diperlukannya, dengan hidroponik pemberian nutrisi bisa spesifik sesuai jenis tanamannya. Tentunya akan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi/gizi/vitamin dan mineral yang dibawa tanaman untuk dikonsumsi manusia

7. Bebas gulma. Berbeda dengan menanam di tanah, dengan hidroponik sangat minim gulma bisa tumbuh di media tanamnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar